• 085291991766 TU
  • info@smamuh4bara.sch.id
  • Jl. Raya Kalibening No. 75 Kec. Kalibening, Kab. Banjarnegara

Hubungi Kami(+62) 813 9107 7011 KS

Alamat SekolahJl. Raya Kalibening No. 75 Kec. Kalibening, Kab. Banjarnegara

SEMINAR PRA MUKTAMAR MUHAMMADIYAH di UMP, Dahlan Ra’is; PROSES PENDIDIKAN HARUS BERUJUNG PADA AMAL SHOLEH

Loading

smamuh4bara.sch.id. Seminar Pra Muktamar dengan tema Pendidikan Holistik: Ijtihad Muhammadiyah Abad Kedua diadakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerta pada hari sabtu (7/3/2020) bertepatan dengan 12 Rajab 1441 H bertempat di gedung pusat lantai 3.

 

SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara menjadi salah satu perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Banjarnegara membawa dua personil untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut dan didampingi oleh ketua majelis dikdasmen Bapak H. Suwarjo.

 

Dr. Dahlan Ra’is selaku Keynote Speaker menyampaikan bahwa seminar pra muktamar diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan untuk materi muktamar yang akan berlangsung di Solo. Untuk memberikan semangat mewujudkan pendidikan holistik, Dahlan Ra’is mengutip apa yang dikutip oleh KH Ahmad Dahlan dari Al Ghozali, “Manusia itu mati kecuali orang yang berilmu, dan orang yang berilmu itu tidur kecuali orang yang beramal, dan orang yang beramal itu sia-sia kecuali dengan ikhlas,” terangnya.

 

Seminar Pra Muktamar dibidang pendidikan menghadirkan enam nara sumber dari akademisi maupun praktisi. Pada sesi pertama terdiri dari tiga pembicara memaparkan tentang Implementasi Pendidikan Holistik di Perguran Muhammadiyah. Ketiga pembicara adalah Dr. Anjar Nugroho,M.S.I,M.H.I, Dr. Zaki, dan Alpha Amirachman,M.Phil., Ph.D

 

Bapak Anjar menyampaikan bahwa pendidikan Muhammadiyah masih ikut terbawa arus utama dan dunia. “Muhammadiyah belum bisa keluar dari jebakan-jebakan ini,” terangnya. Bapak Zaki menyampaikan bahwa perkembangan zaman mempengaruhi pola belajar anak. Pendidikan era 4.0 tantangan pada link and matsch. Pasar yang harus diisi oleh peserta didik era generasi Z adalah pasar tenaga kerja, pasar keilmuan dan pasar inovasi. Pengetahuan diperoleh dengan Ilmu dan Al Ma’rifat. Ilmu sampai dengan jalan Ijtihad dan Al Ma’rifah diperoleh dengan Mujahadah.

 

Bapak Alpha menyampaikan bahwa tantangan sekolah Muhammadiyah ke depan lebih besar dan lebih berat. “Sekolah muhammadiyah yang menawarkan yang sama dengan sekolah negeri, mending tutup saja,” tegasnya. Beliau menekankan, identitas sekolah Muhammadiyah adalah Al Islam dan Kemuhammadiyahan, yang tidak ada disekolah lain.

 

Pada sesi kedua dihadirkan praktisi pendidikan dengan tema filsafat pendidikan. Hadir ketiga narasumber, yaitu Agus Purwanto,D.Sc atau sering di sapa Gus Pur, Muh. Ali dan Dr. Roby Habib Abror,M.Hum. Narasumber pertama Bapak Muhammad Ali merupakan tokoh sekolah Program Khusus Kotabarat. Beliau berpesan bahwa untuk memajukan sekolah harus tumbuh step by step, membuat jejaring, menghimpun potensi masyarakat, ide-ide yang tumbuh dikelola dan disusun dan untk menuju mutu harus kerja keras dan layanan optimal. Bapak Robby Abror mengajak kepada para pendidik dan pengelola pendidikan Muhammadiyah untuk mewakafkan hidupnya untuk Alloh SWT melalui Ilmu Pengetahuan dan pendidikan. “Jalan ini tidak mudah, untuk mencapai tahap ini perlu proses.”

 

Gus Pus selaku narasumber terakhir penggagas Trensains menyampaikan bahwa pendidikan holistik yang beliau terapkan termanifestasi pada pola pendidikan di trensains, yaitu hadirnya dialektika antara agama dan sains. “Dalam menyelami ayat-ayat al Qur’an sebagai sumber pengetahuan, yaitu melalui proses reseach.”tegasnya. acara selesai pukul 15.30 setelah sesi diskusi dan tanya jawab.Slk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *