![]()

Praacara diadakan hiburan dari TPQ Desa Karanganyar dan dramban PRM Karanganyar. Memasuki acara, pembacaan kalam wahyu ilahi oleh Santriwati Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening Iktan Finka Azkia yang duduk di kelas 7 MTs Muhammadiyah Kalibening.
Sambutan PRM Karanganyar Bapak Suseno mengucapkan selamat datang kepada seluruh jama’ah. Pengajian di PRM Karanganyar dihadiri dari tiga PCM, yaitu PCM Kalibening, PCM Pandanarum dan PCM Wanayasa. Ribuan jama’ah memadati halaman masjid desa Karanganyar. Sambutan PCM Kalibening, Bapak Pono,S.Pd.I menyampaikan infaq tanah wakaf lebih banyak dari kebutuhan. Tanah wakaf seluas 1.200 m, sementara yang sudah infaq sebanyak 1.350 m. Namun demikian, infaq akan terus diterima yang rencananya akan membangun gedung asrama Pondok Pesantren Bumi Syahadat MBS Kalibening. Selain itu, menyampaikan perkembangan PKU Muhammadiyah yang sudah selesai rehab gedung dan seleksi karyawan sebanyak 19 orang.
Laporan keuangan kas cabang disampaikan oleh Bapak Aman Budiono,SE. Bapak Aman menyampaikan keuangan kas cabang, kas ranting dan kas donasi pondok pesantren. Sambutan camat Kalibening, Bapak Joko Susilo, mengajak ummat islam untuk bersatu, jangan mudah diadu domba, dipecah belah. “Muhammadiyah, NU, SI bersatu untuk kemajuan Indonesia,” terangnya.
Dalam pengajian inti, K.H. Dr. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i menyampaikan empat pokok materi. “Cukup bagi orang Islam menjaga agamanya dengan empat hadist saja,”terangnya. Pertama, beramal dengan ikhlas. Kedua, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Ketiga, mencintai saudaranya melebihi mencintai diri sendiri. Keempat, yang halal sudah jelas, yang haram sudah jelas, yang mutasyabih atau merugikan dihindari. “Ini merupakan pesan Abu Dawud Adz Jiztani,”serunya.
Sebelum acara inti, diselingi penampilan Kokam Suryantaka PCM Kalibening yang dikomandani Bapak Kartono. Penampilan Kokam memukau para jama’ah dan memotivasi generasi muda untuk aktif dalam berkokam.
Dipengajian tersebut ada layanan gratis priksa dari PKU Kalibening dan stand Dawet Ayu dari peserta didik SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Stand dawet ayu merupakan implementasi program sekolah kewirausahaan yang dicanangkan oleh SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara di tahun pelajaran 2019/2020. Pengajian ditutup dengan do’a yang dipimpin sang Kyai Hasan Asy’ari Ulama’i. Slk