• 085291991766 TU
  • info@smamuh4bara.sch.id
  • Jl. Raya Kalibening No. 75 Kec. Kalibening, Kab. Banjarnegara

Hubungi Kami(+62) 813 9107 7011 KS

Alamat SekolahJl. Raya Kalibening No. 75 Kec. Kalibening, Kab. Banjarnegara

Festival Tani Kalibening Jadi Wadah Kebersamaan dan Kemajuan Pertanian

Loading

Kelompok Tani se Kecamatan Kalibening Meramaikan Festival Tani Kalibening

Kalibening, Banjarnegara — Semangat kebersamaan para petani Kecamatan Kalibening mewujud nyata dalam gelaran Festival Tani Kalibening yang digelar pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya para petani, kelompok tani, masyarakat, dan berbagai pihak untuk merayakan pertanian sekaligus memperkenalkan potensi pertanian di Kecamatan Kalibening. Festival tersebut diikuti oleh kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari 16 desa se-Kecamatan Kalibening, menjadikannya sebagai ajang kolaborasi terbesar bagi para petani di wilayah tersebut.

Ajang Berkumpul yang Penuh Makna

Ketua panitia menjelaskan bahwa Festival Tani bertujuan mempertemukan seluruh kelompok tani dalam satu kegiatan yang penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang berkumpul dan memberikan kebahagiaan kepada petani, kegiatan ini juga bertujuan menunjukkan perkembangan pertanian Kalibening yang semakin maju. Festival tersebut turut menghadirkan berbagai produk pertanian serta program yang berkaitan dengan pertanian. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi para petani.

Menurut ketua panitia, kegiatan seperti ini penting karena masih banyak petani yang belum pernah dikumpulkan dalam satu tempat dengan suasana yang menyenangkan. Melalui festival ini, para petani dapat bertemu, berinteraksi, serta membangun sinergi untuk mendukung kemajuan pertanian. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat membuat petani semakin bersemangat dan menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. “Kami ingin petani merasa dihargai dan bahagia. Selama ini mereka bekerja keras di sawah, dan hari ini adalah momen untuk mereka berkumpul dan bersenang-senang bersama,” ujar ketua panitia.

Lomba Seduh Kopi, Simbol Kesederhanaan Petani

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba seduh kopi. Salah seorang peserta mengatakan bahwa dirinya tertarik mengikuti lomba karena sebagai petani harus ikut mendukung kegiatan yang berbasis pertanian. Ia juga menilai bahwa petani muda perlu ikut berperan dalam kegiatan seperti ini. Dalam perlombaan tersebut, dia menggunakan teknik seduh tubruk karena dianggap melambangkan kesederhanaan kehidupan petani. “Kopi tubruk itu sederhana, tidak butuh alat mahal. Itu seperti petani, sederhana tapi kuat dan penuh makna,” ungkapnya. Ia berharap Festival Tani pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan semakin meriah.

Suara Petani: Tantangan dan Harapan

Bagi para petani, festival ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai kondisi dan tantangan yang mereka hadapi. Salah seorang petani yang menanam padi dan jagung mengatakan bahwa kedua komoditas tersebut dipilih karena merupakan makanan pokok masyarakat. Dalam proses bertani, mereka masih menghadapi kendala seperti kondisi cuaca, kebutuhan pengairan, lahan kering, keterbatasan benih unggulan, serta hasil panen yang belum selalu pasti. Para petani berharap mendapatkan benih padi dan jagung yang lebih unggul agar hasil panen dapat meningkat. Mereka juga membutuhkan bimbingan dan kesempatan belajar dari petani yang lebih berpengalaman untuk menghadapi berbagai kendala tersebut.

“Cuaca sekarang sulit diprediksi. Kadang hujan datang tidak tepat waktu, kadang malah kemarau panjang. Kami butuh benih yang tahan terhadap kondisi seperti ini,” tutur salah seorang petani. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat lebih memperhatikan kebutuhan para petani, terutama dalam hal penyediaan benih unggulan dan sistem pengairan yang memadai.

Menarik Minat Generasi Muda

Festival Tani juga dianggap penting untuk menarik perhatian generasi muda terhadap dunia pertanian. Para petani berharap adanya bimbingan agar pertanian tidak hanya dilakukan oleh generasi yang lebih tua, tetapi juga dapat diteruskan oleh anak muda. Menurut mereka, pertanian sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari karena hasilnya menjadi sumber makanan bagi masyarakat. Dengan adanya dukungan dan perhatian yang lebih besar, mereka berharap pertanian Kalibening dapat semakin maju dan ketahanan pangan dapat terus terjaga.

“Anak muda sekarang banyak yang menganggap pertanian itu pekerjaan yang kotor dan tidak menjanjikan. Padahal, tanpa petani, kita semua tidak bisa makan. Kami ingin anak muda ikut terlibat dan membawa ide-ide baru untuk pertanian yang lebih modern,” harap seorang petani senior.

Antusiasme Pengunjung

Sementara itu, salah seorang pengunjung mengaku mendapatkan pengalaman baru dari Festival Tani karena kegiatan tersebut baru pertama kali diadakan tahun ini. Ia melihat banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang antusias memeriahkan acara. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat karena menghadirkan berbagai aktivitas positif sekaligus membuat masyarakat lebih mengenal pertanian lokal. “Saya baru tahu ternyata banyak sekali potensi pertanian di Kalibening. Acara ini sangat edukatif dan menyenangkan, terutama untuk anak-anak,” ujarnya.

Melalui Festival Tani, para petani dan masyarakat berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan, semakin meriah setiap tahunnya, serta membawa manfaat bagi perkembangan pertanian dan kesejahteraan petani di Kalibening. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Festival Tani Kalibening diharapkan menjadi tonggak kebangkitan pertanian lokal yang tidak hanya mensejahterakan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

 

Jurnalistik Gritif Vol.9 SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *