Sebelum prosesi MoA, seluruh peserta mengikuti seminar pembekalan di pagi hari yang diisi narasumber dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada. Seminar ini membahas arah dan urgensi pendidikan bilingual di sekolah menengah, serta kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi pembelajaran dwibahasa yang berbasis literasi global.
Puncak kegiatan ditandai dengan pemaparan dari Honey Steward selaku pihak pertama dari National Geographic Learning. Dalam paparannya, Honey menegaskan bahwa program bilingual harus dipahami sebagai alat, bukan tujuan akhir. “Program bilingual adalah sebuah alat, tujuannya adalah anak-anak mampu berbahasa Inggris secara aktif, kritis, dan percaya diri dalam konteks global,” ujarnya di hadapan peserta.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara menyambut kerjasama ini sebagai langkah akselerasi sekolah. Menurutnya, kolaborasi dengan National Geographic Learning bukan sekadar penambahan jam Bahasa Inggris, melainkan transformasi metode pembelajaran di kelas agar siswa terbiasa berpikir dan berkomunikasi dengan standar internasional.
Dengan MoA ini, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara akan mulai mengimplementasikan Classes Bilingual secara bertahap, dengan pendampingan kurikulum dan pelatihan intensif bagi guru Bahasa Inggris dari National Geographic Learning. Slk.

