![]()

Tim Gritif SMA Muhamka Meliput Kegiatan Kirab Seribu Tenong
Ribuan wadah anyaman bambu berisi hasil bumi berjejer rapi di sepanjang jalan Desa Sirukun. Tradisi yang dikenal sebagai Kirab Seribu Tenong ini kembali digelar sebagai wujud syukur sekaligus identitas budaya masyarakat Kecamatan Kalibening yang tetap lestari hingga kini.
Pemerintah kecamatan kalibening mengapresiasi kegiatan kirap Tenong yang diselenggarakan di desa sirukun, Kirab Tenong adalah tradisi budaya berupa seribu tenong (wadah dari anyaman bambu) yang berisi hasil bumi (sayuran atau buah buahan). Tradisi ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal yang masih dikembangkan, selain itu kirap Tenong memiliki banyak nilai nilai yang dapat diambil, seperti gotong royong, kerukunan dan sebagainya. Selain mengapresiasi pemerintah kecamatan kalibening juga memfasilitasi dan mengizinkan kegiatan tersebut dilaksanakan, pemerintah juga berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di desa sirukun saja, tetapi bisa lebih dikenal semakin luas oleh masyarakat luar sekitar.
Kepala desa sirukun menjelaskan bahwa, kirap Tenong adalah acara dimana masyarakat sirukun menunjukkan rasa syukur atas rezeki yang Allah SWT berikan kepada masyarakat tersebut, dimulainya ruwat bumi pada saat bupatinya pak Kolopaking, sekitar ratusan tahun lalu, dan beliau berharap budaya kirap Tenong terus dilestarikan dan turun temurun, apalagi dalam acara tersebut sudah didukung dengan adannya dinas pariwisata yang lebih menarik perhatian masyarakat.
Selain itu ketua panitia juga menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada tahun ini adalah ” Ruwat bumi untuk kemakmuran desa sirukun ” Yang dimana memiliki makna kemakmuran untuk dataran sirukun seperti sawah dan sebagainya. Dan untuk persiapan ,masyarakat desa Sirukun yang dikomandani oleh pemerintah desa dibawah pimpinan bapak Karpi selaku kepala desa serta melakukan musyawarah, musyawarah itu terdiri dari berbagai lembaga desa dari BPD, Rt, Rw, tokoh masyarakat dan yang lain serta mengadakan musyawarah untuk mufakat yang disepakati untuk kegiatan tersebut. Dan diadakannya musyawarah kelanjutan yang berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pemerintah kecamatan kalibening juga turut mengapresiasi kegiatan kirap Tenong yang diselenggarakan di desa sirukun, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal yang masih dikembangkan, kegiatan kirap Tenong memiliki banyak nilai nilai yang dapat diambil didalamnya, seperti gotong royong, kerukunan dan sebagainya. Selain mengapresiasi pemerintah kecamatan kalibening juga memfasilitasi dan mengizinkan kegiatan tersebut dilaksanakan, pemerintah juga berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di desa sirukun saja, tetapi bisa lebih dikenal semakin luas oleh masyarakat luar sekitar.
Di jelaskan juga oleh salah seorang pengunjung, ia termotivasi untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut, karena kegiatan Tenong sudah masuk dalam kurikulum merdeka dimana itu sudah masuk kedalam kekuatan lokal Banjarnegara, selain termotivasi pengunjung tersebut juga menjelaskan kemenarikan kegiatan kirap, karena ketika anak dimasukan ke karakter anak akan jauh lebih disiplin dalam kegiatan desa yang sudah terlaksana setahun sekali. Kemudian dari kesenian yang ditampilkan sebagai pelestarian budaya Jawa khususnya di desa sirukun sendiri. Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan di desa sirukun begitu menarik dan membahagiakan, karena melihat gotong royong yang dilakukan untuk kegiatan kirap seribu Tenong supaya menjadi contoh positif untuk anak anak muda. Gritif