![]()

Guru SMA Muhamka mengikuti upacara hari pertama pelantikan IPM Ranting SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara
BANJARNEGARA – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara pada Senin (5/1/2026), saat prosesi pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode baru dilaksanakan. Acara ini menjadi istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan momentum “Pagi Ceria” yang dicanangkan Kemendikdasmen pada awal Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pimpinan Cabang (PC) IPM Kalibening dan diwarnai dengan serangkaian sambutan hangat dari ketua lama, ketua baru, PC IPM Kalibening, Mas Qowiyan yang mengapresiasi dukungan penuh sekolah dalam memfasilitasi kemajuan organisasi pelajar tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara menekankan peran strategis IPM sebagai teman sebaya bagi seluruh siswa. Menanggapi tantangan Generasi Z yang rentan terhadap isu kesehatan mental, sekolah mendorong IPM untuk menyusun program penguatan psikologis sebagai langkah antisipasi dampak negatif era digital dan Artificial Intelligence (AI). Penguatan melalui pendekatan psikologi klinis dinilai sangat penting agar para siswa memiliki ketahanan mental yang kokoh di tengah perubahan zaman yang serba cepat.
Sejalan dengan tagline “SMA Muhamka EntrepreneurSchool,” kepala sekolah juga berpesan agar pengurus IPM menjadi motor penggerak peningkatan hardskill dan softskill kewirausahaan. Salah satu program yang ditekankan adalah inisiasi rintisan startup digital bagi siswa. Hal ini bertujuan agar lulusan SMA Muhamka tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas mandiri dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Pesan penting lainnya berkaitan dengan literasi digital, di mana kepala sekolah mengingatkan bahwa “klikmu adalah profilmu.” Para siswa diajak untuk lebih bijak dan serius dalam menggunakan media sosial sebagai sarana pengembangan diri serta memastikan setiap aktivitas digital tetap berada dalam koridor kebaikan. Media sosial harus dimanfaatkan secara positif untuk membangun personal branding yang berkualitas, mengingat rekam jejak digital akan menjadi cerminan kepribadian seseorang di masa depan.
Acara ditutup dengan penyerahan dokumen hasil Sidang Komisi B berupa 24 poin rekomendasi dari PR IPM kepada pihak sekolah. Pihak sekolah menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas sikap kritis serta internalisasi nilai-nilai demokrasi yang ditunjukkan oleh para siswa melalui rekomendasi tersebut. Harapannya, sikap kritis dan demokratis yang telah terasah di lingkungan sekolah ini dapat terus diterapkan secara konsisten saat mereka terjun ke tengah masyarakat setelah lulus nanti.