![]()

Ibu Gones sedang memaparkan materi
smamuh4bara.sch.id – SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara menggelar acara talk show yang mengangkat isu penting tentang akibat perundungan terhadap kesehatan jiwa dan fisik para pelajar. Kegiatan talk show Projek Pengutan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diadakan pada hari Jumat, 20 Oktober 2023, ini dihadiri oleh siswa kelas X dan XI.
Talk show yang bertajuk “Akibat Perundungan Akan Kesehatan Jiwa dan Raga Bagi Pelajar Di Sekolah” mengundang nara sumber ahli psikologi, Ibu Gones Saptowati, S.Psi., MA., Psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Perindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Banjarnegara. Acara ini juga dipandu oleh moderator Imam Arifin, S.Sos., M.Psi., seorang guru Bimbingan Konseling di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.
Dalam talk show ini, Ibu Gones Saptowati berbicara tentang dampak perundungan terhadap kesehatan mental dan fisik pelajar di sekolah. Ia menjelaskan bahwa perundungan dapat memiliki konsekuensi serius pada kesejahteraan siswa, termasuk masalah kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan psikologis yang lebih serius. Selain itu, perundungan juga dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik siswa, seperti gangguan tidur, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam wawancara dengan peserta talk show, Ibu Gones Saptowati menyoroti pentingnya penanganan perundungan di lingkungan sekolah dan memberikan saran tentang bagaimana siswa, guru, dan orang tua dapat berperan aktif dalam mencegah dan mengatasi perundungan. Selain itu, ia juga memberikan informasi tentang layanan yang tersedia di P2TP2A Kabupaten Banjarnegara untuk membantu para korban perundungan.
Siswa-siswa kelas X dan XI sangat antusias dalam mengikuti acara ini. Mereka mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi mereka terkait perundungan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan fisik para pelajar di sekolah.
Dengan adanya talk show ini, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendorong siswa agar menjauhi tindak perundungan. Mereka juga berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa sebagai upaya bersama untuk mengatasi masalah perundungan di sekolah dan mendorong pertumbuhan positif bagi generasi muda. Nlt