![]()

Ibu Kaniyah, S.Pd. sedang mendampingi siswa membaca Al Qur'an
Senin, 16/12/24-Keberagaman latar belakang siswa di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara menjadi perhatian serius, terutama terkait kemampuan membaca Al-Qur’an dan hafalan bacaan shalat. Sebagian siswa ditemukan tidak lancar, bahkan ada yang belum mampu membaca Al-Qur’an sama sekali. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi Waka Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Ibu Ida Khamidah, S.Pd.I., yang memprakarsai Program Pemetaan Al Islam sebagai solusi.
Program ini dirancang sebagai respons terhadap hasil tes diagnostik awal yang dilakukan pada semester lalu. Tes tersebut mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori:
Hasil tes menunjukkan sebanyak 99 siswa dari kelas XI dan XII masuk dalam kategori tidak lancar dan tidak bisa. Fakta ini mendorong sekolah untuk mengambil langkah strategis berupa pendampingan intensif melalui fasilitator yang ditunjuk dari kalangan guru.
Setiap fasilitator memiliki tugas mendampingi 6-8 siswa, memberikan bimbingan, serta memotivasi mereka agar mampu mencapai target. Fokus program ini adalah:
Targetnya, pada akhir semester ini, seluruh siswa yang dibimbing dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar dan menghafal bacaan shalat tanpa kesulitan.
Sebagai sekolah yang berada di bawah naungan Organisasi Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara memandang pembinaan keagamaan siswa sebagai tanggung jawab utama. Namun, pihak sekolah juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan visi ini.
“Idealnya, siswa SMA sudah memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan hafalan bacaan shalat di luar kepala. Program ini adalah bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas keimanan mereka,” ungkap Ibu Ida Khamidah.
Melalui Program Pemetaan Al Islam, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara berharap mampu mencetak generasi yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam penguasaan ilmu agama. Dengan pembinaan yang konsisten, siswa diharapkan dapat melangkah ke jenjang pemahaman agama yang lebih mendalam, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan Muhammadiyah.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah untuk membentuk generasi Islami yang berkarakter dan berakhlak mulia. “Semoga program ini menjadi titik awal kebangkitan spiritual siswa-siswi kami,” tutup Ibu Ida dengan penuh optimisme. NLt.