![]()

Tes Diagnostik Al Islam didampingi oleh Fasilitator
Kalibening – SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara melaksanakan Tes Diagnostik Al Islam bagi seluruh siswa kelas X dan XI pada Kamis, 25 September 2025. Kegiatan yang menjadi program unggulan sekolah ini bertujuan memastikan dan membekali siswa dengan kemampuan dasar keagamaan, khususnya baca tulis Al-Qur’an dan bacaan salat.
Waka Al Islam dan Kemuhammadiyahan SMA Muhamka, Ida Khamidah, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan target sekolah. “Kami menargetkan siswa SMA Muhamka, khususnya di sini, bebas dari buta baca tulis Al-Qur’an dan menguasai bacaan salat dengan benar. Ini adalah fondasi penting bagi pembentukan karakter islami,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Tes diagnostik ini tidak hanya menjadi evaluasi internal sekolah, tetapi juga merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dijalin antara sekolah dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening beberapa bulan lalu. Kerja sama ini diwujudkan dengan melibatkan langsung penyuluh agama Islam dari KUA Kalibening sebagai penguji dan pendamping, bersama dengan guru-guru sekolah.
“Sinergi dengan KUA Kalibening sangat kami hargai. Kehadiran penyuluh agama memberikan nilai lebih dan standar yang objektif dalam penilaian kompetensi siswa,” tambah Ida Khamidah.
Kegiatan tes terbagi dalam beberapa pos, yang meliputi tes membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tes praktik bacaan serta gerakan salat. Setiap siswa tampak antusias dan serius mengikuti tes yang didampingi oleh fasilitator dari guru dan tim penyuluh.
Sementara untuk siswa kelas XII, sekolah telah mencanangkan target yang lebih tinggi. “Pada tahun ini, kami menargetkan seluruh calon lulusan kelas XII dapat menghafal setengah dari Juz Amma (Juz 30). Program tahfidz ini menjadi nilai tambah dan bekal bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Diharapkan, melalui program diagnostik dan pembinaan berkelanjutan ini, SMA Muhammadiyah tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga mencetak generasi yang berakhlak mulia dan kokoh dalam ilmu keagamaan. NLt.