![]()

Kepala SMA Muhamka Menyerahkan Buku Jejak Langkah Mengelola Sekolah (Swasta)
Kalibening – Puncak peringatan Milad ke-36 SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara (SMA Muhamka) digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Acara refleksi yang mengusung tema “Menjaga Silaturahmi, Menjaga Kebersamaan Hati” ini berlangsung setelah rangkaian kegiatan lomba Tahfidzul Qur’an dan Tahfidzul Hadits, tepatnya pada hari Sabtu, 16 Mei 2026.
Kegiatan refleksi ini menjadi momen istimewa karena menghadirkan sejumlah tokoh penting yang memiliki ikatan sejarah dengan SMA Muhamka, termasuk kepala sekolah pertama, para pendidik senior, serta jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah di Banjarnegara.
Tokoh-Tokoh yang Hadir
Hadir dalam acara tersebut:
Testimoni dan Kilas Balik
Acara diawali dengan testimoni dari Bapak Sarwono, S.Pd., yang mewawancarai H. Abdul Manan, salah satu saksi sejarah dan tokoh yang memprakarsai pendirian SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Dalam wawancara tersebut, H. Abdul Manan menceritakan perjuangan awal mendirikan sekolah ini serta harapannya agar SMA Muhamka terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Banjarnegara.
Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi kilas balik yang disampaikan oleh Drs. H. Amin Makhsun. Mantan kepala sekolah pertama ini menceritakan perjalanan hidupnya yang tak lepas dari SMA Muhamka. Dengan penuh haru, beliau mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak pelajaran hidup dan pendampingan hidup di sekolah ini.
“Di SMA Muhamka ini saya tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar menjadi manusia yang ikhlas, sabar, dan terus bersyukur. Sekolah ini telah memberikan keberkahan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ujar Drs. H. Amin Makhsun.
Beliau juga memotivasi para guru dan karyawan untuk selalu ikhlas dalam berjuang di Muhammadiyah melalui SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Menurutnya, banyak contoh nyata bahwa mereka yang berjuang di sekolah ini akan mendapatkan keberkahan yang melampaui apa yang dibayangkan.
Di akhir sambutannya, Drs. H. Amin Makhsun berharap agar pada tahun depan, seluruh guru yang pernah mengajar di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara dapat diundang kembali. Beliau juga mengusulkan agar para alumni yang telah mengharumkan nama SMA Muhamka turut dihadirkan dalam peringatan milad mendatang.
Motivasi untuk Terus Berinovasi
Sambutan kedua disampaikan oleh Makmuroji, M.Pd. dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banjarnegara. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi agar SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara terus berinovasi demi kemajuan sekolah.
“Jangan sampai SMA Muhamka menolak anak-anak yang ingin belajar, yang ingin shalat, yang ingin mencari ilmu. Usahakan sediakan semua fasilitas yang dibutuhkan. Setiap anak yang datang dengan niat baik, harus kita sambut dengan hati yang lapang,” tegas Makmuroji, M.Pd.
Pesan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan undangan yang hadir. Semangat inklusivitas dan pelayanan pendidikan yang merata menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam refleksi kali ini.
Kebersamaan yang Menyentuh Hati
Acara refleksi ditutup dengan penyerahan buku karya bapak Solikhin, S.E., STh.I. yang berjudul “Jejak Langkah Mengelola Sekolah (Swasta)” kepada PDM Banjarnegara dan Drs. H. Amin Makhsun. Buku ini merupakan cerita perjalanan dan pengalaman bapak Solikhin, S.E., S.Th.I. selama menjadi kepala SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara sampai saat ini.
Puncak Milad ke-36 ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum merekatkan kembali tali silaturahmi dan kebersamaan hati di antara seluruh keluarga besar SMA Muhamka. Dengan semangat refleksi ini, SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara berkomitmen untuk terus melangkah maju, melayani, dan berkah untuk umat. NLt