![]()

Acara diawali dengan kultum sekaligus sambutan oleh Drs. Syaifudin Zuhri. Dlam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya penyelenggara pendidikan, sekolah mengacu pada delapan standar nasional pendidikan. “Standar Kompetensi Lulusan adalah standar yang teratasi apa yang akan dicapai oleh pendidik, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk mencapai SKL diperlukan standar Isi, Sandar Proses dan Standar penilaian. Isi perlu diproses, prosesnya bagaimana?,” terang Drs Syaifudin Zuhri yang sekaligus sebagai pengawas sekolah di Dindikpora Kabupaten Banjarnegara.
Selain empat standar di atas, masih ada empat standar untuk mengelola pendidikan, yaitu standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan dan standar pengelolaan. “Standar pengelolaan merupakan standar yang menjadi dasar semuanya,” ujarnya. Standar pengelolaan merupakan manajemen sekolah yang mengelola semua standar.
Sambutan Bapak Syaifudin sangat memotivasi peserta rakor, beliau berharap sekolah sekolah Muhammadiyah, khususnya di Banjarnegara semakin maju, siswanya banyak, orang tua peduli dan guru-gurunya profesional.
Pada acara ini, Bapak Suwarjo selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Banjarnegara memberikan arahan-arahan berkaitan dengan akhir tahun pelajaran 2018/2019 dan awal tahun pelajaran 2019/2020 serta Penerimaan Peserta Didik Baru. Ada beberapa arahan yang beliau sampaikan, Pertama tentang PPDB 2019/2020. “Sekolah luar biasa itu yang inputnya atau bahan bakunya kurang bagus, setelah diolah, outputnya jadi bagus,” terangnya.
Kedua, RKAM/S segera dibuat dan sudah selesai sebelum tahun ajaran baru. Ketiga, Mata pelajaran Ciri Khusus al islam dan Kemuhammadiyahan dimasukan di KTSP dan betul-betul dilaksanakan. Keempat, UIS/UIG diminta untuk dipatuhi ketentuan yang sudah ada. Kelima, rencana studi banding menjadi program majelis dikdasmen PDM Banjarnegara tahun 2019/2020. Program ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan paparan Dr. Moh. Ali dari SD Muhammadiyah 1 Kutabarat solo di Majelis Dikdasmen PDM Banjarnegara di bulan syawal.
Terakhir, jajaran pimpinan Majelis dikdasmen yang mengisi adalah Bapak Supriyadi. Beliau memaparkan tentang kondisi sekolah. “Kondisi sekolah bisa dilihat dari kondisi Wcnya. Ketika saya datang, saya akan melihat kondisi wc siswa bukan wc guru,” terangnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh semua peserta, kecuali ada beberapa yang ijin sakit beralangan dan karena sekolah sedang mengadakan hajatan. Acara ditutup tepat setelah adzan dhuhur berkumandang.(Slk)