![]()

Yuni Fitria merencanakan kuliah sejak pertama masuk sekolah. Ia mendapatkan apa yang menjadi harapan. Sukses di akademik juga sebagai aktivis organisasi di sekolah
smamuh4bara.sch.id. Universitas Tidar Jurusan Pendidikan Matematika menjadi pilihannya. Yuni Fitria pelajar berprestasi SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara yang berupaya untuk selalu meningkatkan nilai setiap mata pelajaran dari semester satu. Sejak pertama menjadi pelajaran di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, ia sudah bertekad untuk selalu ranking pertama di setiap semester. Apa yang menjadi niatannya benar tercapai, selalu mendapatkan penghargaan dari sekolah di setiap semester.
Yuni, sapaan akrab teman teman ketika di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara adalah kelahiran Banjarnegara, 16 November 2002 bertinggal di Bedanya RT 02 RW 02 kecamatan Kalibening kabupaten Banjarnegara. Orang tua Yuni sebagai petani di desanya adalah Bapak Sukirno dan Ibu Kasmini. Yuni yang memiliki hobi membaca dan menggambar merupakan salah satu aktivis di sekolahan. Beberapa organisasi yang diikuti adalah jurnalistik, PMR, HW, dan Pramuka. Ia mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler, selain berprestasi di bidang akademik karena dapat menambah wawasan dan pengalaman selain pelajaran di dalam kelas.
Kisah sukses lolos UTBK dan diterima menjadi calon mahasiswa di universitas Tidar adalah ia niatkan sejak pertama kali masuk di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Dara yang beberapa kali menjadi utusan sekolah sebagai peserta KSN bidang matematika ini memiliki target SNMPTN. Meski SNMPTN belum menjadi miliknya, ia tidak berputus asa dan mengikuti SBMPTN. Upaya-upaya yang ia lakukan adalah mulai mengumpulkan buku buku UTBK, mencari aplikasi belajar persiapan SBMPTN, dan mengikuti berbagai macam try out SBMPTN.
Ia mengalami kendala belajar pada saat mengikuti kegiatan akademik sekolah. Kegiatan akademik sekolah seperti ulangan tengah semester, Penilaian Akhir semester, penilaian akhir tahun dan ujian sekolah adalah saat saat ia sedang menyiapkan tes masuk ke perguruan tinggi. “setelah selesai Ujian Sekolah, saya langsung gas belajar UTBK, saya belajar dari pagi sampai malam. Karena saya hanya punya waktu belajar kurang lebih sebulan sampai jadwal UTBK tiba. Terkadang saya rela sampai begadang, mempelajari buku-buku yang tebal membuat saya terkantuk-kantuk ketika belajar, apalagi ditambah materi yg susah dimengerti, dan mengikuti berbagai macam Try Out UTBK,” kenangnya.
Yuni memiliki prinsip, Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ia merasa terlambat dalam persiapan ujian. Ia berfikir seharusnya ia persiapkan sejak kelas XI. Yuni menghadapi tes SBMPTN dengan tenang karena sebelumnya sudah terbiasa mengerjakan soal dalam kegiatan try out. “Alhamdulillah nya saya sering mengikuti Try Out UTBK, sehingga saya sudah terbiasa untuk menjawab soal dengan sistem seperti itu. Alhamdulillah sampai soal terakhir saya bisa menjawabnya dengan tenang,”kisahnya. Ia pasrahkan kepada Allah SWT sebagaimana ia teringat nasihat seseorang yang ia kenang, “Allah akan memberikan apa yg hambanya butuhkan, bukan apa yg hambanya inginkan”.
Semangat belajar Yuni yang luar biasa ini ingin membawa nama baik almamater SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara dan memberikan contoh kepada adik angkatan. Ia tetap ingin aktif berorganisasi setelah menjadi mahasiswa. Ia berencana menyelesaikan studi S1 dalam jangka waktu 3,5 tahun dan sangat ingin melanjutkan ke S2. Rencana ini sebagai bagian dari ingin membahagiakan kedua orang tua.
Yuni tergolong anak yang rajin, senang berusaha untuk mencapai apa yang menjadi targetnya, senang mengeksplorasi hal hal baru terutama terkait dengan pelajaran sekolah. Ini menjadi salah satu faktor mengapa ia selalu memperhatikan prestasi selama belajar di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Kesuksesan Yuni di sekolahan tidak terlepas dari kedua orang tua yang selalu support selama hal itu benar. Bagi Yuni rumah adalah tempat kembali ketika lelah menggapaii cita-cita. Meski orang tua sibuk bekerja, ia merasa cukup mendapatkan perhatian. “Bagi saya doa dan dukungan mereka merupakan kunci utama kesuksesan saya,” tuturnya.
Yuni melalui masa-masa di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara tentu memiliki banyak kenangan. “Guru-guru di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara selalu bersikap baik dan ramah. Saya sangat berterimakasih kepada beliau-beliau, saya bisa di titik ini juga karena bimbingan dan pelajaran yang beliau berikan,” kenang Yuni. Harapan kepada SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara adalah Semoga semakin unggul dan maju, mencetak generasi penerus bangsa yang aktif, kreatif, kritis, dan berakhlakul karimah. Slk