![]()

Petik Cinta Mawarni yang bakat modeling dan gemar membaca menjadi salah satu peserta didik yang lolos dalam seleksi UM PTKIN 2021.
smamuh4bara.sch.id. Kisah Peserta Didik yang diterima di perguruan tinggi melalui seleksi memberikan banyak cerita dan hikmah, terutama untuk adik adik angkatan yang akan menyusul di tahun depan. Cerita satu lagi dari putri seorang guru yang menjadi pengajar di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.
Namanya Petik Cinta Mawarni yang biasa di panggil Mba Petik adalah putra Bapak Andi Jantoko,S.Pd pengajar mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Petik terlahir dari seorang Ibu yang berprofesi sebagai kadus di desa Sirongge dusun Bantengan. Petik yang hobi menulis lahir pada 7 September 2003 di dusun Sirongge, Pandanarum kabupaten Banjarnegara. Ia adalah salah satu alumni MBS Kalibening yang mendapatkan penghargaan sebagai penghafal Al Qur’an terbanyak pada wisuda ke 28 SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.
Sejak pertama kali MBS Kalibening didirikan, orangtuanya menitipkan Petik di MBS Kalibening dan tekun mengikuti kegiatan sekolah maupun pesantren. Tiga tahun ia lalui sebagai anak yang berusaha menghafal Al-Qur’an sebanyak mungkin di MBS Kalibening. Lolos pada UM PTKIN adalah sebuah angan yang terlalu tinggi baginya.”Awalnya merasa pesimis karena keterbatasan berada di pesantren tanpa tahu informasi terbaru, sehingga seringkali hampir terlambat dalam melakukan registrasi dan lainnya,” terang Petik.
Ia bercita-cita setelah menjadi mahasiswa menjadi pribadi yang lebih baik, senang berorganisasi dan menjadi mahasiswa yang berakhlak mulia. Ia memiliki mimpi dapat selesai S1 dan melanjutkan ke S2 sehingga dapat menjadi dosen. Ia sangat berterimakasih kepada kedua orangtuanya yang telah memberikan kebebasan untuk memilih dalam melanjutkan belajar. “Orang tua mendukung saya, apapun pilihan saya. Mereka membebaskan saya memilih jalan sendiri, tanpa dikekang ,” kenang Petik tentang orangtuanya. Ia telah menaklukkan rasa takut dengan cara menjalani kehidupan dengan percaya diri melalui berbagai pilihan yang ia pilih sendiri dengan berbagai risikonya.
Rasa terimakasih kepada para guru SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, ia ungkapkan bahwa guru guru telah mendidiknya dengan baik dan mengajarkan berbagai ilmu. Ia mendoakan untuk SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara lebih maju dan menghasilkan lebih banyak Peserta Didik yang berakhlakul Karimah dan cerdas. Slk