![]()

Foto Alya Nailil Maghfiroh Siswa Yang Lolos SNBT 2025
Banjarnegara — Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Salah satu siswi terbaiknya, Alya Nailil Maghfiroh, berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2025 dan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Program Studi Matematika. Alya merupakan putri dari pasangan Triyono dan Resmi, yang tinggal di Dukuh Gunung Surat RT 006 RW 003, Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran.
Keberhasilan Alya bukanlah hasil yang instan. Sejak jauh-jauh hari, ia telah mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan tekun. Di sela-sela kesibukan belajar di sekolah, Alya menyempatkan diri untuk memperdalam materi UTBK dan mengikuti berbagai try out secara konsisten. “Saya percaya bahwa usaha yang maksimal harus disertai dengan doa dan restu dari orang tua,” ujarnya penuh semangat.
Alya mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap dunia sains, khususnya Matematika, sudah tumbuh sejak kecil. Baginya, Matematika adalah bidang ilmu yang penuh tantangan dan memicu rasa penasaran. “Matematika selalu membuat saya tertantang. Keinginan saya untuk kuliah di jurusan ini sangat kuat, dan itu yang membuat saya terus berusaha dan tidak mudah menyerah,” tambah Alya.
Sebagai calon mahasiswa Matematika, Alya memiliki harapan besar ke depannya. Ia ingin tidak hanya menguasai bidang tersebut secara mendalam, tetapi juga memanfaatkannya untuk memberi kontribusi kepada masyarakat. “Saya ingin ilmu yang saya pelajari nanti bisa berguna, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Semoga saya bisa menjaga semangat belajar dan mendapatkan IPK yang membanggakan,” harapnya.
Alya juga tidak lupa memberikan pesan inspiratif kepada adik-adik kelasnya yang sedang berjuang mempersiapkan masa depan. Ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam belajar, menjaga ibadah, serta meminta restu kepada orang tua dan guru. “Usaha itu penting, tapi restu dan doa juga sangat berharga. Kalau belum berhasil sekarang, bukan berarti gagal selamanya,” tuturnya.
Ia bahkan mengutip kata-kata inspiratif dari tokoh anime favoritnya, Edward Elric dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood: “A lesson without pain is meaningless. That’s because you can’t gain something without sacrificing something else.” Bagi Alya, perjuangan pasti ada pengorbanannya, namun hasil yang didapat akan sepadan.
Keberhasilan Alya menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya, khususnya dari daerah Paninggaran, bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan restu orang tua, tidak ada yang tidak mungkin diraih. SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara patut berbangga memiliki murid seperti Alya Nailil Maghfiroh. Slk