![]()

Guru dan Staf SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara mengikuti upacara bendera hari Senin
Kalibening, 27 April 2026 – Suasana khidmat menyelimuti seluruh warga SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara pada Senin pagi, 27 April 2026. Rangkaian upacara bendera hari Senin berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh hikmat. Seluruh siswa, guru, serta staf tata usaha mengikuti jalannya upacara dengan baik dan disiplin.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Hanna Hanifa Hayfa Oens, S.Sos., mengawali amanatnya dengan memberikan apresiasi istimewa kepada seluruh petugas upacara. Beliau menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata karena penampilan yang bagus, melainkan karena keberanian dan tanggung jawab yang telah mereka tunjukkan dalam menjalankan tugas ini.
Di tengah amanatnya, Ibu Hanna menyampaikan sebuah konsep sederhana namun luar biasa dampaknya, yaitu “3 Kata Ajaib” dalam kehidupan bersosial, persahabatan, dan pergaulan sehari-hari. Ketiga kata tersebut adalah:
“Tolong” – Digunakan saat meminta bantuan atau memohon sesuatu dengan sopan. Kata ini menunjukkan keterbatasan diri sekaligus memotivasi orang lain untuk membantu.
“Maaf” – Diucapkan untuk mengakui kesalahan, menurunkan ego, dan menunjukkan tanggung jawab. Ibu Hanna menegaskan bahwa mengucap maaf bukanlah tanda kelemahan, melainkan sikap menghargai orang lain.
“Terima Kasih” – Bentuk penghargaan dan rasa syukur atas bantuan, pemberian, atau perhatian orang lain. Ucapan ini membuat orang lain merasa dihargai dan mempererat hubungan sosial.
Tidak hanya itu, Ibu Hanna juga mengingatkan secara khusus kepada para siswa. Beliau berpesan kepada siswa kelas XI bahwa sebentar lagi mereka akan naik ke kelas XII, sementara siswa kelas X akan menjadi kelas XI. Sebagai senior, mereka diharapkan mampu menjadi teladan kebaikan bagi adik-adik kelas di bawah mereka.
“Tingkatkan belajar, jangan malas, disiplin dalam mengikuti pelajaran, dan lakukanlah hal-hal baik lainnya,” pesan beliau dengan tegas namun penuh kehangatan.
Mengakhiri amanatnya, Ibu Hanna menyampaikan sebuah nasihat orang tua yang selalu ia ingat, yaitu bahwa hidup ini bagaikan tabur tuai. “Siapa yang menanam, maka dialah yang akan memanen. Barang siapa berbuat kebaikan, maka akan mendapatkan balasan kebaikan. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Pesan moral yang dalam tersebut diharapkan menjadi bekal bagi seluruh warga sekolah dalam menjalani aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Upacara pun ditutup dengan doa dan suasana penuh semangat baru menuju hari-hari yang lebih baik. NLt