![]()

Foto bersama bapak Nurwanto, S.Ag., M.A., M.Ed., Ph.D. Dosen UMY
Kalibening, 30 Juni 2025 – Kekerasan di sekolah menjadi tema utama dalam Workshop Peningkatan Kemampuan Guru dalam Penanganan Kasus Kekerasan di Sekolah yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fakultas Agama Islam UMY dengan SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara pada Senin, 30 Juni 2025.
Workshop ini dihadiri oleh guru dan tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, didampingi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibening, Bapak Kisruh, S.Pd.I, serta Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kalibening, Bapak Supran, S.Pd.
Sebagai narasumber utama, Nurwanto, S.Ag., M.A., M.Ed., Ph.D., dosen UMY yang juga alumni SMA Muhamka angkatan ke-3, membagikan pengalamannya dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Dosen yang pernah menempuh pendidikan di Birmingham University (Inggris) dan Western Sydney University (Australia) ini menekankan bahwa, meski sekolah dianggap sebagai lingkungan yang aman, tetapi tetap saja memiliki potensi terjadinya kekerasan, baik fisik maupun psikis seperti bullying.
“Kekerasan di sekolah tidak hanya berupa fisik, tetapi juga psikologis. Bullying sering terjadi tanpa disadari dampaknya terhadap korban,” ujar Nurwanto. Ia juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali berbagi ilmu di Kalibening, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan sebelum melanjutkan pendidikan di Yogyakarta.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, Bapak Solikhin, S.E., S.Th.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UMY dan Dr. Nurwanto. “Selain memberikan ilmu yang bermanfaat, UMY juga memberikan hibah meja dan kursi untuk siswa kami dalam rangkaian pengabdian masyarakat ini,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani kasus kekerasan di sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. NLt