![]()

Santai bersama komite sekolah, BPP MBS Kalibening dan MBS Wanayasa di ruang koperasi Mts Muhammadiyah Wanayasa
smamuh4bara.sch.id. MBS 1 dan MBS 2 muncul dalam diskusi dan obrolan ringan ketika MBS Kalibening bersilaturahmi di MBS Wanayasa. Silaturahmi ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2021. Silaturahmi ini entah yang ke berapa kali karena seringnya MBS saling bersilaturahmi. Selain itu, MBS Wanayasa dengan MBS Kalibening secara geografis berdekatan. Semangat mencari ilmu dan saling bertukar ide lebih banyak dilakukan diantaranya karena faktor kedekatan secara geografis.
Komite SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara Bapak H. Erdi dan Bapak H. Wagiyo menemani Badan Pengembang Pesantren Ust. Agus Budiono bersama Kepala SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara dan mudhir MBS Kalibening serta Ust Sarwono karyawan sekolah menjadi satu rombongan yang diterima oleh mudhir MBS Wanayasa Ust Wahyudin dan Kepala Mts Muhammadiyah Wanayasa Bapak Hasanudin. Kami berlima diterima di ruang koperasi oleh Ust Wahyudin dan beberapa pengelola MBS Wanayasa. Obrolan berjalan informal dan mengalir dari satu tema ke tema lainnya.
Ust Wahyudin membuka dengan mengucapkan selamat datang dan menyampaikan terimakasih atas kesempatan hadir di MBS Wanayasa. Beberapa pesan untuk memajukan amal usaha adalah dengan terus semangat menjaga kebersamaan. “Manfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi apapun itu yang berdampak baik dan positif kepada masyarakat luas, ” pesan Ust Wahyudin yang aktif menggunakan media sosial untuk memberitakan kegiatan pondok maupun prestasi yang sudah di raih.
Perwakilan sambutan dari MBS Kalibening di wakili oleh komite SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara Bapak H. Wagiyo. “Mohon maaf sering bersilaturahmi ke MBS Wanayasa dalam rangka mencari inspirasi dan sharing tentang banyak hal berkaitan dengan pengelolaan MBS,” salah satu penggalan sambutan Bapak H. Wagiyo. Sikat ini dimaksudkan diantara mendapatkan pencerahan terkait dengan pembangunan asrama. MBS Kalibening yang sedang membangun asrama dua lantai dengan empat ruang dan ruang sekretariat pesantren, berharap mendapatkan pencerahan tentang pengelolaan proses pembangunan.
Salah satu ide pembangunan adalah membuat donatur tetap. Pengertian donatur tetap di sampaikan oleh Badan Pengembang Pesantren MBS Wanayasa. ” Donatur tetap itu bukan berarti harus menginfaqan harta secara tetap ke MBS. Sama dengan donatur lainnya, jika sedang tidak ada Rizki cukup seadanya saja. Maksud dari donatur tetap adalah tetap menjadi donatur, ” terang BPP MBS Wanayasa di sambut gelak tawa para hadirin. Pertemuan diakhiri dengan makan bersama. Slk