Banjarnegara – Desa Kalisat, sebuah desa yang terletak di wilayah Kalibening Banjarnegara Jawa Tengah, baru-baru ini menjadi sorotan dengan adanya pagelaran budaya yang spektakuler dan pemutaran film yang menarik. Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi dari gerakan gabungan Karang Taruna 5 Dusun yang menyatukan kekuatan dan semangat untuk menghidupkan kebudayaan lokal. Panca budaya yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Juli 2023 ini melibatkan 5 dusun yang ada di Kecamatan Kalibening. Yaitu Dusun Kalisat, Kanoman, Banurejo, Ngaren, dan Kalibening Gunung.
Dalam rangkaian kegiatan yang mengusung judul “Panca Budaya”, mereka berhasil menyajikan sebuah acara yang menggugah jiwa dan mengedukasi masyarakat sekitar. “Dari lima dusun kita berkelompok menjadi satu, menjadi sebuah kelimaan yang satu dengan nama panca budaya” Kata kak Adam, selaku ketua panitia dalam acara panca budaya ini.
Adanya acara panca budaya ini dibuat karena para pemuda yang melihat bahwa ketertarikan para masyarakat yang mulai memudar terhadap seni daerah dan budaya tradisional. Untuk itu pemuda 5 dusun ini mengadakan acara untuk meningkatkan ketertarikan/melestarikan seni daerah terhadap masyarakat , dan mempromosikan budaya daerah dengan diberi nama panca budaya.
Kak Adam selaku ketua panitia mewakili teman-temannya menjelaskan pemilihan tema “Panca budaya ini temanya berangkat dari pada pemuda yang ingin membangun desanya sendiri”. Acara panca budaya ini adalah event pertama di desa sikumpul. Acaranya ini juga tidak hanya sebagai pagelaran seni saja tetapi juga terdapat pameran UMKM dan pemutaran film.
Pagelaran budaya yang diadakan di Desa Kalisat menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk menunjukkan bakat dan karya mereka. Dengan melibatkan berbagai elemen seni seperti tari tradisional, musik daerah, seni rupa, dan kebudayaan warisan lainnya, acara tersebut berhasil menciptakan nuansa yang memukau bagi penonton. Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati berbagai makanan yang sudah tersedia di stand UMKM masyarakat setempat, membuat pengalaman mereka semakin lengkap.
Selain pagelaran budaya, gerakan Panca Budaya juga menyajikan pemutaran film sebagai bagian dari acara yang menarik minat masyarakat. Film-film yang diputar dipilih dengan hati-hati untuk memberikan pesan moral dan mengangkat kisah-kisah inspiratif. Dengan adanya pemutaran film, masyarakat maupun pengunjung dapat menikmati hiburan sekaligus mendapatkan wawasan baru melalui cerita yang disampaikan.
“Event film yang disokong oleh komunitas CLV Purbalingga itu menjadi modal kami” Tutur kak Adam. Pemutaran film merupakan acara inti yang diadakan pada malam hari. Sedangkan untuk pameran umkm itu sendiri terkaitan dengan pengembang umkm yang ada di desa kalisat.
Melalui kolaborasi Karang Taruna 5 Desa, acara Panca Budaya ini berhasil menarik perhatian banyak orang dari berbagai penjuru. Bukan hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dan pecinta seni budaya dari tempat lain datang untuk merasakan keindahan dan keberagaman.
Adapun untuk keamanan acara pentas budaya ini, “Kita dibantu oleh pihak keamanan, untuk keamanan dari desa ada limnas, babinsa, dan kita juga sudah mendapatkan surat izin dari kepolisian” Ucap ketua panitia.

