![]()

Ibu Urfi , praktisi onlineshop sukses, selaku narasumber sedang menyampaikan materi kepada peserta didik yang tergabung dalam Program Entrepreneur School SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara.(14/12/2021)
Selanjutnya, Ibu Urfi menyampaikan materi setelah memberikan informasi sekilas tentang riwayat hidupnya. Alumni S1 Fisika UGM ini mengisahkan tentang sulitnya diterima di dunia kerja sehingga memutuskan untuk berwiraswasta hingga sukses di dunia bisnis online. “Kita selain memiliki planning A, harus memiliki panning B. Kita harus memiliki skill. Stiap skill dapat dapat menjadi sumber mata pencaharian kita, asalkan kita pandai menangkap peluang. ” Pesannya. Skill dapat menjadi sumber pembuatan konten yang mendukung penjualan online. Misalnya skill memasak. Setiap membuat masakan maka dapat dijadikan konten untuk promosi.
Ada dua teknik penjualan online, pertama jual sendiri-sendiri. Tipe ini biasanya melalui market place, shopee, lazada, brand di IG. Kedua, berjualan bareng-bareng atau istilahnya bersama-sama. Ini biasanya diawali dari Produsen ke agen ke reseller sampai ke customer. Ibu Urfi menyarankan untuk para pemula memulai dari menjadi reseller. Secara teknis para pemula diawali dengan berani meng-share produk, mengiklan, selalu update info dari produser, dan komunikasi dengan konsumen dengan membalas chatt dengan ramah.
Acara Tanya jawab antara peserta dan narasumber dimanfaatkan oleh hadirin. Para siswa bertanya tentang problem-problem yang dihadapi dalam penjualan online. Pada kesempatan ini tidak hanya peserta didik, guru pun yang mengikuti kegiatan ini ikut bertanya terutama dalam pengelolaan pendidikan. “Skill apa saja yang dibutuhkan oleh dunia penjualan online untuk menyiapkan peserta didik masuk ke dunia kerja di onlineshop?,” salah satu pertanyaan dari pendidik. “Onlineshop sering membuthkan admin yang memiliki pengetahuan matematika, mengoperasikan laptop, excel dan harus super teliti,” terang narasumber. Selian itu dibutuhkan konten creator dengan syarat mengetahui edit video dengan aplikasi seperti Canva, tiktok, VN, Corel atau photosop. Ketiga, online shop membutuhkan produsen, pergudangan dan ekspedisi atau kurir.
Kegiatan berakhir pukul 11.00 dan diadakan tindaklanjut antara sekolah dengan Ibu Urfi untuk mengelola dan membina komunitas peserta didik yang berminat dalam penjualan online. Slk